Wednesday, September 19, 2012

Tanya Jawab: Golput Itu Rugi

T: Bagaimana kabar Anda?
J: Agak kurang baik karena belum dengar kabar Foke kalah.

T: Anda tentu sudah mendengarkan hasil debat calon gubernur kan? Bagaimana pendapat Anda sekarang soal Foke?
J: Semakin mantap. Semakin mantap menyarankan supaya jangan memilih Foke. Kalau dia menganggap wakilnya si Nara saja lebih rendah dan orang boleh nggak sopan, bagaimana dia menganggap rakyat. Walaupun saya paham sih Nara memang layak dapat perilaku nggak sopan.

T: Memangnya kenapa Nara?
J: Nara itu diamgenic. Kalo diam dan senyum-senyum bego, kayak anak manis. Begitu ngomong.... selesai. Boneka boncu berubah jadi chucky.

T: Sekarang ini kan ada fenomena golput. Bagaimana menurut Anda?
J: Yah itu hak. Tapi, menurut saya sih rugi. Punya hak untuk membuat Foke nggak menang lagi, kok nggak dipakai. Saya sih terserah yah mau milih yang mana. Asal bukan gengnya Foke.

T: Tapi, kalau ikut memilih selain Foke, lalu si lawan menang, kemudian nggak becus, kan nggak bisa protes?
J: Siapa bilanggg... Kalau yang berikutnya nggak becus, ya protes aja. Maki-maki aja. Kalau dia nggak becus, kan salah yang kerja, bukan salah yang milih. Bisa sih, kesalahannya ada di si pemilih... kalau gubernurnya sudah punya track record buruk tapi dipilih lagi. Nah itu baru jangan protes.

T: Ah, nggak konsekuen...
J: Gini lho. Kita ini mau ikut milih atau nggak milih, Gubernur itu harus ada. Nggak mungkin provinsi ini tanpa bos kan? Jadi, ya pilih aja yang belum jelas bagus, daripada yang sudah jelas nggak bagus. Pilih selain Foke. Kalau masalah nanti kerjanya jelek, hak kita juga kok ngejelek-jelekin lagi.

T: Jawaban Anda subjektif sekali yah...
J: Yaiyalah. Kalah mau yang objektif, jangan cuma tanya saya. Bikin polling aja.

T: Kalau misalnya Foke menang lagi?
J: Hush. Jangan ngomong jorok.

Tanya jawab dengan diri sendiri part 2

No comments: