Saturday, August 18, 2012

Tanya Jawab Kenapa Jangan Pilih Foke


T: Kenapa Anda terlihat cukup ngotot mengajak orang untuk jangan pilih Foke?
J: Karena saya ngeri membayangkan lima tahun ke depan masih dipimpin orang yang sama. Lima tahun lagi dan Jakarta tempat saya tinggal masih begitu-begitu saja. Atau malah lebih bikin males.

T: Ganti pemimpin kan belum tentu lebih baik?
J: Dalam kondisi ini, saya lebih memilih untuk mendukung yang belum tentu lebih baik, daripada memilih yang sudah pasti nggak baik.

T: Foke kan berpengalaman?
J: Saya setuju Foke berpengalaman memimpin Jakarta. Pengalaman lho ya… Experience itu kan ada bad experience, ada good experience. Nah, mungkin dia bisa share pengalamannya itu untuk gubernur selanjutnya, sebagai seorang mantan gubernur.

T: Anda kan bukan warga Jakarta, ngapain ikut campur masalah Pilkada DKI Jakarta?
J: Saya juga nggak tinggal di Amerika, tapi saya boleh dong nggak suka George W. Bush. Suka-suka saya dong.

T: (Terdiam)
J: Jangan ngambek lah. Gini lho, Jakarta ini kan ibu kota. Besar peluangnya kalo jadi contoh provinsi lain. Kalau Jakarta bisa memenangkan calon karena yang dipilih adalah tokoh bukan partai, nanti partai-partai itu mulai bisa mikir, supaya mencalonkan tokoh-tokoh yang memang bisa bawa perubahan. Ini pendapat pribadi yah… Di daerah sudah banyak lho yang sukses begini. Bu Risma di Surabaya, Jokowi di Solo.

T: Tapi, Foke kan dapat dukungan banyak partai di sini.
J: Nah, apalagi setelah dia dapat dukungan banyak partai. Makin saya pengen supaya orang nggak milih dia. Kalau Foke kalah di Pilkada Jakarta, berarti partai yang seabrek-abrek itu bisa sadar, bukan mereka yang ngatur negara ini. Tapi, suara rakyat. Kalau kita manut terus sama mereka, ya suara mereka yang ngatur negara ini. Kepentingan mereka.

T: Hm…. Tapi, cagub lain yang sudah kalah, juga banyak yang dukung Foke lho…
J: Nah, itu yang saya heran. Coba deh cek di youtube. Ini saya kasih link-nya. Ada wawancara dengan Bang Dayat (klik di sini) tentang monorail. Dia bilang, tiang-tiang monorail itu seperti monumen kegagalan. Lalu, coba cek iklan Alex Noordin (klik di sini). Jelas banget kan di iklannya itu, dia memojokkan siapa. Eh, yang sudah jelas gagal begitu, sekarang didukung. Lucu.

T: Anda sok idealis yah?
J: Bukan, saya ini nggak suka orang kumisan. Ini sifatnya lebih ke perasaan emosi kok.

T:  Kalau Foke menang lagi, gimana?
J: Yo wes. Mau gimana lagi. Tetap di Jakarta lah. Dapat duitnya di sini.

T: Terus, kapan Anda menikah?
J: Maaf, saya rasa lebih baik kalau kita berbincang sesuai dengan topik.

T: Ada pesan lagi?
J: Jangan pilih Foke.


Tanya jawab dengan diri sendiri.
Bagansiapiapi, 18 Augustus 2012