Saturday, May 26, 2012

Larang Bayi Nonton Film di Bioskop



Sekitar seminggu yang lalu, saya menonton The Avengers untuk kedua kalinya. Selain karena film ini keren, saya menonton untuk kali kedua karena sempat ketiduran sewaktu menonton di kesempatan pertama. Supaya tidak mahal-mahal banget, saya nonton untuk kali kedua di Planet Hollywood XXI Jakarta.
Tapi, bukan The Avengers yang ingin saya bahas di post kali ini. Melainkan, kebijakan 21 Cineplex dalam pemutaran film-filmnya.
Saat menonton The Avengers di Planet Hollywood XXI, saya sudah mencium aroma bahwa pemutaran film ini akan terganggu. Sebab, saat masuk, saya melihat ada orang tua yang membawa bayi menonton film ini
Betul saja, tidak berapa lama film dimulai, sudah ada tangisan bayi. Lalu, karena si bayi tidak mau berhenti menangis dan banyak penonton yang sudah memberi kode terganggu dengan ber-“sssttt.. stttt…”, maka si ibu keluar bioskop dengan langkah kaki tergesa-gesa, sambil menggumam kesal. Lalu, tidak lama kemudian, keluar ibu yang kedua.
Saya juga sering mendengar bahwa banyak orang tua yang mengajak anak-anaknya ke bioskop untuk menonton film-film yang tidak sesuai.


Tujuan dari blog post ini adalah supaya 21Cineplex atau Blitz Megaplex mulai berani menolak penonton film. Tempatkan penjaga di pintu masuk studio atau audi. Kalau ada yang bawa bayi untuk menonton film apapun, larang mereka. Kalau marah, kembalikan uangnya. Kalau ada yang membawa anak di bawah umur nonton film seperti The Raid, larang juga. Jangan sampai setelah nonton, lalu pembuat filmnya yang disalahkan. Padahal, rating film sudah jelas Restricted.
Lalu, kenapa 21Cineplex atau Blitz Megaplex perlu mengakomodir permintaan seperti ini?
Pertama, saya yakin kebanyakan bayi tidak bisa diam anteng dan merasa terhibur menonton film di ruang gelap. Yang seneng kan, cuma bapak-ibunya. Kedua, seorang bayi saja di dalam bioskop sudah bisa mengganggu seluruh penonton. Jadi, lebih baik menolak mereka membawa bayi daripada mengganggu penonton lain. Ketiga, setelah berpikir lama, rasanya saya belum menemukan alasan kenapa permintaan seperti ini (yang sudah dikeluhkan banyak orang) harus tidak dipenuhi.
Saya tidak tahu apakah aturan ini sebenarnya sudah ada atau tidak. Tapi yang saya tahu pasti, peraturan ini sering tidak diterapkan.
Mari terus menonton film di bioskop!

Ditulis oleh @azizhasibuan

22 comments:

Anonymous said...

Sorry lo udh nikah blom? Sekarang ibu2 jg butuh hiburan tau ga lo,kalo bayinya ditinggal dirumah sama siapa? Iya kalo punya pembantu,kalo ga punya?trus kalo pembantunya jahat suka bantingin bayi gmn? Kalo lo blom jadi orang tua lo ga usah ngomong macem2 deh..bioskop tempat umum siapa aja punya hak nonton bioskop.semua tergantung orangtuanya aja.kalo udh tau tuh bayi bakal nangis ya gantian aja nontonnya.

Aziz Hasibuan said...

Rasanya saya nggak perlu nikah dulu untuk tahu bahwa bioskop bukan tempat yang tepat untuk membawa bayi.

Walaupun ini tempat umum, sudah seharusnya orang juga memperhatikan supaya tujuan orang-orang lain ke bioskop nggak terganggu dengan adanya bayi.

Tentang orang tuanya yang butuh hiburan, yah rasanya bisa dicoba cari solusi supaya nggak mengganggu orang lain yang mau nonton.

Anonymous said...

iya sepertinya pembuat blog memang belum menikah ya..jadi artikel ini lebih baik gak usah digubris..dia kan gak ngerti apa yg udah dilewatin orangtua dg baby sehari2nya.. :) nanti mungkin dia akan mendapat karma yg lebih lagi krn bersikap terlalu skeptis begini :)

Anonymous said...

sebelumnya saya minta maaf.. saya seorang ibu dengan 2 anak yg msh balita dan batita dan sy pun penggemar nonton film..

saya sangat setuju dengan Aziz Hasibuan klo bioskop bukan tempat yg baik utk bayi dan batita karena..

1. Klo bayi or balita nangis bisa mengganggu penonton yg lain.

2. Pendengaran dan penglihatan bayi dan balita masih belum siap untuk menerima kerasnya suara bioskop dan tajamnya gambar layar bioskop. Klo nti terjadi sesuatu yg tdk diinginkan pd bayi/balita *bukannya sy nyumpahin loch yaa*.. khan ortunya juga yg repot dan anaknya yg kasian..

3. klo ortu nonton film action yg byk jedar jedernya atau banyak tampilan kekerasan atau kemesraan, apa bisa cukup dgn bayi/balita ditutup matanya dan telinganya dikasih earmuff.. apa yakin sudah aman???

4. Sebenarnya yg butuh untuk nonton itu ortu nya atau bayi/balitanya???
klo mmg ortunya ngebet banget mo nonton, ya bayi/balita nya dititipkan aja ke org yg bisa dipercaya.. ga ada org yg bs dititipin??? beli/sewa aja dvd nya.. nonton di rumah.. selesai permasalahan..

itulah kodrat kita yg sudah jadi ortu juga harus mempertimbangkan kondisi bayi/balitanya..

tapi semua pilihan kembali lagi ke tangan ortu masing2.. klo tetap mo bawa bayi/balita ke bioskop ya silahkan.. semua resiko khan ditanggung masing2..

baiknya jangan ngejudge orang tanpa mengaca ke diri sendiri.. apalagi sampe nyebut2 karma..

klo mo extreme nya nich yaa.. sorry.. sekalian aja ga usah punya anak.. jadi bebas mo hiburan kapan pun dan dimanapun..

so.. back to your choice..

commentnya jangan pake esmosi ah.. ga baik..

peace.. :)

Aziz Hasibuan said...

Exactly. Itu maksud saya. Kalau memang butuh hiburan ke bioskop, pikirkan solusi supaya nggak perlu mengajak bayi.

:)

Anonymous said...

Saya seorang bp punya anak kecil usia 1,2 bln yg lagu lucu2nya... senang banget punya anak ya...
Dan saya juga hobby buanget nonton bioskop, kalo dvd rasanya kurang mantap dan kurang puas.
Tetapi kita ini hidup berdampingan, kita punya hak dan org lain juga punya hak artinya kalo ada 100 orang berarti ada 100 hak disitu yg harus salung dipenuhi. Bahkan meski dirumah sendiri tetapi kita putar audio yg kencang dan sampai suaranya masuk dgn keras dirumah tetangga juga mengganggu hak mereka.
Semoga bisa dipahami

Anonymous said...

Gantian yg punya bayi ngomong, nah situ nonton aja di bioskop yg private, atau premiere atau lihat aja yg malam punya. Jadi? jalan tengahnya dimana kalau begitu?

dulu sebelum punya bayi, saya juga jengkel melihat bapak dan ibu terhormat bawa bayi mereka yg belum mudeng apa2 ke bioskop, nonton trus nangis di tengah seru2nya film. Tp setelah punya anak, hal itu bisa saya pahami lah, kalau ada komen diatas yg sangat2 ideal sbg seorang ortu untuk memahami kodrat sebagai ortu, saya rasa kita semua harus mencontoh ibu yg terhormat tersebut dan berdiam dirumah sambil nimang bayi dan "merasa" terhibur, tp kalau buat saya sih, saya masih bapak2 egois yg perlu bawa anak dan istri saya lihat bioskop.

Buat anda penulis, ulasan anda bagus, namun bagi saya anda menggambarkan kehidupan org Indonesia pada umumnya dimana kepentingan org banyak vs kepentingan 1 atau 2 org maka yg banyak itulah yg menang. Kedua, kalau anda ingin mengkritisi policy dari 21 atau blitz, porsi tulisan anda harusnya lebih banyak ke perusahaan tsb bukan ke pribadi org tua yg bawa bayi.

Wasalam

Anonymous said...

Halo , saya setuju sekali. Saya ibu dengan dua anak, dan saya dan suami gemar sekali menonton dibioskop.setelah punya baby, sampai anakku berusia 3 dan 4 th, saya tahan2 untuk tdk menonton ke bioskop. Jadi yahh tunggu dvd nya saja keluar, hehehehehe.

Anonymous said...

Saya seorang ibu dan suka sekali menonton. sejak punya anak memang menonton hal yg bisa dibilang 'spesial'. Seingat saya sampai anak umur 3bulan saya tidak menonton (tentunya ketinggalan banyak film box office) dan mulai lebih tenang meninggalkan anak menonton diusia 6bulan (setelah memberikan makanan).

Sampai sekarang umur 2 tahun lebih saya belum pernah mengajak anak menonton. saya sadar mengajak anak menonton 'berpotensi' mengganggu orang lain. Dan saya pun pernah duduk bersebelehan dengan orng tua yg mengajak anak kira 3tahun. Anaknya malah asik main game dan maaf menggangu karna berisik.

Kita sebagai orang tua tentunya memiliki tanggung jawab yg lebih. Emang ga bosen? gila apa ga nonton berbulan2? Sebenernya sejak anak saya lahirpun bisa saja saya meninggalkan anak pergi menonton. Saya memiliki pengasuh dan orang tua yg bisa dititipkan. Tapi itu pilihan saya dan suami. kita bertanggung jawab atas seseorang.

Mungkin hal-hal yang bisa dijadikan solusi :
1. Titiplah anak ditempat yg terpercaya, meskipun memiliki pengasuh saya jarang meninggalkan anak berdua dirumah. Kecuali orng yg sudah sangat dipercaya. Saya selalu menitipkan ke mertua dan ortu. Lagipula waktu pergi berdua bersama suami, terasa seperti pacaran kembali. 'Mommy off time'

2. Suami dan istri harus ada komunikasi dan bergantianlah menjaga anak. Ini yg menurut saya hal yg membuat ibu2 di indonesia berasa lebih stress mengurus anak dibanding ibu2 diluar. Sepertinya mengurus anak hanya tugas seorang ibu semata. Suami bertugas mencari uang. Pdhl dinegara maju saat pasangan memutuskan memiliki seorang anak. Mereka berdua (suami dan istri) benar2 bisa menjaga anak. Suami sama lihainya dgn ibu dalam mengurus anak. Kan bisa ibunya pergi bersama teman2 dan suami gantian menjaga anak.

Sebagai orang tua haruslah kita banyak2 berbijaksana. Apakah memang mengajak nonton bisa membuat anak senang? Apa tidak sebaiknya menunggu sampai mereka mulai menyukai "menonton dibioskop". Kalau melihat aturan dinegara lain. Mereka tegas dalam batas umur anak boleh menonton bahkan sampai ke adegan2 dewasa. Disitu itu mungkin mengapa pertumbuhan penduduk negara maju minus. Mereka sadar tanggung jawab dan konsekuensi memiliki anak. kalau dikita pasti ditanya.
Kapan nikah?
Kapan punya anak?

SWATrio said...

Saya seorang Ayah dari Bayi berumur 10 bulan, rindu rasanya menonton di bioskop, walupun terakhir kali nonton saat Istri masih mengandung, +-3bulan.
Walaupun sedang banyak film bagus, namun saya tidak memberanikan diri atau egois, atau kasarannya cukup bodoh untuk mengajak bayi saya menonton film di Bioskop.

Kepentingan umum lebih utama ketimbang keegoisan kita. Toh film jg sekarang dengan sangat mudah kita dapat. Download saja gratis, apa lagi didukung wifi kantor, puluhan bahkan ratusan judul film dari berbagai masa bisa dengan mudah kita dapatkan dari website gan**l.com dan lainnya, tonton sepuasnya di rumah dengan keluarga.

Jadi buat apa repot-repot merugikan banyak pihak dan diri sendiri (khususnya yg berdampak pada anak).
Justru dengan pengorbanan "kecil" kita itulah, mungkin suatu saat ada hikmah baik bagi keluarga kita. Kalau 'ngebet' banget ingin nonton, 'berkorbanlah' sedikit, dengan menitipkan anak ke orang yg kita percaya atau ke tempat penitipan terpercaya, ga mahal kok, ketimbang 'menumbalkan' anak sendiri dan mengganggu khalayak ramai. Thanks..

Anonymous said...

Saya paham apa yang penulis maksud, saya sendiri sangat risih pada orang tua yang menbawa bayi dan balita ke bioskop apalagi dimalam hari, bukan karena tangisan bayi yang bisa mengganggu penonton, sungguh bukan itu, tapi ada dampak yang jauh lebih besar untuk tumbuh kembang anak jika anak diajak nonton bioskop dengan suara yang keras apalgi jika ada adegan kekerasan, bayangkan jika masih dalam kandungan saja bayi bisa merespon dunia luar melalui ibunya, apalagi tayangan yang intens selama minimal 2 jam, jangan dikira bayi bisa tidur dan tidak merespon apa2... Menjadi orang tua memang tanggung jawab yang besar dan mungkin ada saatnya jenuh, tapi membawa bayi ke bioskop untuk hiburan itu sungguh konyol.... Sorry to say...beli dvd aja kan banyak, atau nonton gratis di internet.... Buat penulis.... Saya lega akhirnya menemukan orang yang berpendapat sama dengan saya.

Elisabeth Noviani said...

Saya seorang ibu dan full dedicated asuh untuk anak saya, hobi saya bukan ke bioskop tapi suami saya lebih suka menonton di bioskop dari pada download melalui hp, dia sudah berusaha sabar selama 6 bulan terakhir untuk menemani saya mengurus bayi dan finally hari ini untuk menghargai hobby dia, kita ke bioskop bersama bayi saya yg berusia 6 bulan 8 hari dan baik - baik saja, bayi tidak menangis dan menonton lalu tidur kemudian bangun dan menonton lagi.

PS : bos, bayi udah pernah di titip ke oma nya dan memang gak mau ya nangis2 terus2an dan maunya selalu berada di dekat ortunya jadi satu kesimpulan gak bisa di titip.. anak kita yang lahirin kenapa dititip titip.. kalo memang gak yakin ya tdk usah nonton.

sebenarnya solusinya ya pada anak itu mau nya apa, kalo maunya deket ortunya ya gimana kalian mau larang kecuali tuh anak lebih seneng main - mainan nya atau kemana dan memang mau di titip.

6 bulan bukan waktu yang singkat lho buat ortu baru.. ngurusin bayi yg baru lahir luar biasa nikmatnya, sakit waktu ngelahirin kalah deh 100% sama waktu saat kita urusi bayi.. jadi kalo anda masih single tunggu anda punya anak.

Yara lubis said...

Yg nulis artikel kan cowo, gak tau rasanya urus anak, coba dy dikasih 5mnit utk dititipin anak balita or batita, hargai kaum ibu yg butuh refreshing! So, mgkin yg msh single, n pacaran sblm nton dikasir lebih baik liat dlu pnontonnya banyakan family with their babies pa ga lebih baik urungkan niatnya klo ad balita or babies ikut nton lbh baik diundur wktnya, klo gak mo terganggu... klo gini kan enak gak ad yg dirugikan, klo gak mo terganggu lagi nton diruang pemutaran filmnya ja lbh privasi bgt bung

Adhi Ike said...

Menurut sy orang tua harus bijak jangan sampai hanya untuk kepentingan pribadi / keinginan pribadi orang tua yg tidak tertahankan untuk menonton sebuah film harus mengganggu kepentingan umum. Sy seorang wanita & memiliki balita pula, tp kalau hanya sekedar nonton & mengajak balita sy untuk ikut nonton hnya karena keinginan pribadi saya yg butuh hiburan itu tidak bijak. Karena selain kasihan anak sy jg kasihan penonton lainnya. Kalau butuh hiburan & anak sy gak bisa sy titipkan ke orang tua ya sy ajak jalan2 ke mall selama bukan bioskop yg bisa ganggu penonton yg lain.

Anonymous said...

blog ini ditujukan kepada orang yang mempunyai HOBBY MENONTON BIOSKOP dan baru menjadi orang tua, yang memang sangat-sangat tidak mudah untuk di lalui.. jadi wajar aja kalo para ortu tersebut butuh melakukan hobby nya sebagai hiburan. namanya juga di tempat umum, ya wajar dong.. ada kebisingan atau gangguan apapun. kalo ga mau ke ganggu, cari tempat yg lebih private atau ga usah kemana mana boss...
dengan adanya bayi, bukan berarti kita tidak bs menonton di bioskop.
*kalo memang membawa bayi mengganggu, pasti di setiap bioskop sudah ada tulisan "dilarang membawa bayi."
toh ada juga koq.. orang dewasa yg melakukan kebisingan pada saat menonton di bioskop.
jadi bukan hanya karna membawa bayi, itu malah jadi mengganggu penonton yg lain, gangguan bs dtng dr mana aja..
ya untuk ortunya sendiri, kalo bayi menangis dan tidak bs di tenangkan.. pastinya jg bayi langsung dibawa keluar..

mohon dimengerti aja yah.., mempunyai baby bukan berarti kita tidak bisa sekali sekali saja melakukan hobby kita..

waktu akan menjawab untuk yg belum punya baby.

Anonymous said...

Ga sengaja nemu Blog ini pas googling boleh enggaknya ngajak bayi nonton di bioskop. Ngomong2 penulis sekarang sudah punya bayi belum? Hehe.
Paham banget maksud tulisan ini, juga beberapa orang di sini yang menyinggung masalah tumbuh kembang anak. Saya urung bawa bayi saya nonton di bioskop walaupun ibunya bener-bener perlu rekreasi (ibu 1 anak yang urus anaknya sendiri sementara suaminya kerja di luar negri). Paham banget sama penulis, tapi menurut saya tulisannya emang rada-rada apa ya.. Judes? Pantes beberapa komennya agak2 judes juga. Semacam "pokoknya larang bayi, lo mau nonton apa engga ya urusan lo" gitu deh. Saya sebagai ibu yang lagi kurang piknik agak tersungging eh,tersinggung awalnya hahaha.
Menurut saya sih kalau masalah concern sama hak dan kepentingan orang lain, mending larang orang bikin kebisingan. Ini termasuk di tengah film hp bunyi, ngobrol keras2 dll.. Which is Ga cuma bayi yang bisa bikin keributan. Intinya kalo ortu bisa mengakali supaya anak ga jejeritan ya kenapa dilarang. Kecuali kalau concern nya masalah tumbuh kembang anak, beda lagi.. Mungkin bisa dibahas di lain post saja soalnya kan penulis lagi ngebahas kenyamanan dirinya hehehe 😁

Mama Ezra said...

Hai. bener tuh atas gw. nah klo takut bayinya tkut kena suara keras, tutupin aja kupingnya lah. skr dah banyak kan earmuff, yg buat bayi klo naik pesawat. trs klo takut tu bayi nyerep materi film nya yg ga sesuai umurnya, trs suru beli dvd eh dirumah jg nntn dikamar sm bayinya ya sami mawon alias podo wae alias sama aja. Yg nulis jahat lah ya, kami kaum ibu2 yg HOBI -beda loh sm yg biasa aja, ngga hobi- ya pgn nonton bgt. trs klo anak gw rewel ya tinggal bawa kluar. beres toh. klo baru 5 detik ngoek ngoek dan situ merasa risi ya plis deh pengertiannya, kan bdiri trs jln kluar jg pke proses. blm kalo sepatunya lepas. sabar bossss. intinya yaaaa saling tenggang rasa aja dong yaaaaa jgn jahat2 lah. yg bawa bayi jg klo anaknya nangis ya capcus deh kluar.
Dan gw rasa bawa bayi ke bioskop gak konyol deh.. biasa aja tu.. beda sudut pandang kali ye. dan bsk gw akan ngajak bayi gw nontooo horrayy. smoga ga rewel biar bisa nonton full.

Anonymous said...

Hahhaha komen diatas saya ada benar dan tidaknya jg.. Mgkn benar penulis agak judes nyampeinnya tp ya ada benarnya jg..
Semua itu balik k ortu n bayi masing2.. Ortu yg paling kenal karakter bayi kan, bayinya ni anteng, apa gampang nangis, apa bosenan dll.. Kalo bayinya emg anteng ya silahkan lah gpp asal tetep perhatikan kenyamanan bayi anda sendiri.. Kalo bayinya bosenan dkit2 pgn main ya musti gantian lah mama papanya ajak klwar sesekali.. Kalo bayinya dkit2 nangis ya mending jgn deh, soalnya kalo bayi nangis susah diem n ganggu yg lain, gak munafik yg lain pd bathin, jadi komentar jelek ttg qta n jadi jengkel ama anak qta.. Mau gak anaknya d jengkelin org? Kasian kan anaknya gatau apa2 dijengkelin ama org banyak.. Jadi balik lg lah pelajaran karakter bayi sendiri, siapin semua persiapan kalo emg ngebet nonton dgn resiko ya bsa kapan aja klwar sblm film selesai ya kan.. Itu resiko punya bayi, kalo msh mau egois maknya butuh piknik dll, ya jgn punya anak dlu.. Krn emak2 piknik gak hrs k bioskop darl..
Saya ibu satu anak umur 1 taun, hobi nonton? Jgn tanya.. Pernah saya titip baby k mama krn ngebet nonton conjuring sm suami, itu krn dy msh baby bgt umur 5 bulanan, msh anteng n byk tidur, makanya knp bsa ninggal.. Justru kalo skrg Gabisa krn dy maunya ama ortunya doank.. Trz qta gmn? Ya gak prnh nonton.. Ngalah 2 atau 3 taun buat anak sendiri apa beratnya sih.. Cari jalan lain aja kyk donlot2 n tggu dvd aja.. Kalo mau piknik ya k tempat yg bsa buat baby aku jg.. Jadi jgn egois hehehe.. Gtu aja sih..

Anonymous said...

Yang nulis mah cuma nulis utk kenyamanan pribadi.
Toh banyak kok kebisingan di bioskop yg bkn krn tangisan bayi aja.
Kalo gue sih sblm pny anak jg biasa aja liat ortu yg ngajak baby nya nonton.
Toh misal nangis jg lgsg dibawa keluar.
Kcuali klo nangis trus n gak mau diem trus ortunya gak bisa diemin. Tp masih tetep lanjutin kekeuh nonton.
Nah itu baru ngganggu..
Tp gue rasa elo harus nanya emak loe sendiri deh.
Saat loe bayi trus emak loe dlm keadaan jenuh. Pngen nonton tp loe masih bayi.
Gue yakin emak loe ttep ngajak elo, krn emak loe gak akan tega nitipin anakny ke org yg gk bisa dipercaya.
Jd, mending loe positif thingking aja. Klo ada emak emak yg bawa bayi nonton. Brti tuh emak butuh hiburan dan gak tega tinggalin bayinya. Gue yakin emak yg deket sama keluarganya klo mo nonton pasti ttep di titipin kok tuh bayi.
Lah klo yg jauh dr keluarga??
Masak nitip ke tetangga.. Hadeeeh.. Dikira baby nya barang apa.😒

Anonymous said...

saya ibu dari dua anak,yg pertama 3 th dan yg kedua umur 11 bulan. sewaktu masih single sampai hamil 9 bulan, bisa dibilang saya dan suami tidak pernah absen ntn bioskop apalagi kalau ada film luar. tp setelah anak pertama lahir sampai sekarang menginjak usia 3 th, saya dan suami tidak pernah menonton bioskop lg, karna saya dan suami sadar inilah kodrat jd orgtua yg uda ngga bs semau gue lg.banyak aktivitas penghilabg penat yg bs dinikmati dng anak anak kalau bosan dan jenuh. kami sbg ortu hrs sabar, akan ada waktunya lagi nanti buat kami untuk bs kembali ke bioskop.

Anonymous said...

Saya baru jadi ibu Dr bayi mbul yg umur baru 3bln. Kmrn saya ajak k bioskop, sblm beli tiket saya tanya securiti nya blh bawa bayi atau tidak dan ternyata beliau jawab boleh asal tidak ganggu. Ya.. dengan bismillah cb aja beli tiket toh klo nti d dlm rewel saya akan klr. Dan guess what?! Anak saya anteng, malah dia ikutan nonton dan di dlm jternyata byk anak kecil. Di pertengahan film saya susui dan dia tertidur sampai film mau habis.
Jdi klo di bilang emak emak butuh piknik, Abolutely TRUE!!! Apalagi saya biasa bekerja dan pnya bayi jd d rmh aja.
Intinya asal tidak mengganggu its okey... Krna emak butuh piknik....

vevy tarigan said...

nanti ngerasain kok tenang aja, waktu istri abis melahirkan dan punya baby dan kebetulan ada film yang amat sangat booming, mau nntn sendiri ngga tega sama istri mau bawa baby masih mikir mau nitipin anak? Kok ya kaya egois
Sbnernya ga salah mengutarakan keinginan kita tapi dengan tidak menyinggung keinginan orng.
Kalo anda terganggu jangan umbar2 kesalahan orang tua yang membawa anaknya, anda bukan penyumbang terbesar untuk XXI dan blitz megaplex. Mungkin anda bisa tinggalkan saran anda di penampung saran bioskop tersebu. :D

Btw saya ibu dengan satu anak berumur 4bulan dan msih berusia 24thun, yang saat gadis saya mampu menonton satu film ke bioskop dalam satu minggu :)