Saturday, September 17, 2011

Seusai Malam

Angin dari pendingin ruangan
meniupkan aroma pewangimu
Menyeberang dari ranjang
Menuju sofa di sudut kamar

Aroma manis itu berbaur dengan pahit kopi
Yang sedang kuaduk, sambil duduk

Selimut yang memelukmu semalaman
(Tentunya selain aku)
Bergerak lembut
Tanda mentari berhasil membangunkanmu

Dalam hitungan lima
Aku akan melihat parasmu
Lima empat tiga dua satu
Lalu kau berlalu
Ke bilik air berkemas diri

Aku masih di situ
Di sofa di sudut kamar
Sendiri
Mengamatimu

Lima empat tiga dua satu
Lalu kau menyapa
Membuka amplop jingga
Memastikan jumlah angka

Kopi selalu pahit
Bila tanpa gula
Bila hanya air dan bubuk
Aku masih di sofa itu terduduk


Kau menggerakkan lima jari
Tanda segera pergi
Lalu, menuju pintu

Kau bahkan belum memberitahu namamu


No comments: