Angin dari
pendingin ruangan
meniupkan
aroma pewangimu
Menyeberang
dari ranjang
Menuju sofa
di sudut kamar
Aroma manis
itu berbaur dengan pahit kopi
Yang sedang
kuaduk, sambil duduk
Selimut yang
memelukmu semalaman
(Tentunya
selain aku)
Bergerak
lembut
Tanda mentari
berhasil membangunkanmu
Dalam
hitungan lima
Aku akan
melihat parasmu
Lima empat
tiga dua satu
Lalu kau
berlalu
Ke bilik air
berkemas diri
Aku masih di
situ
Di sofa di
sudut kamar
Sendiri
Mengamatimu
Lima empat
tiga dua satu
Lalu kau
menyapa
Membuka amplop
jingga
Memastikan
jumlah angka
Kopi selalu
pahit
Bila tanpa
gula
Bila hanya
air dan bubuk
Aku masih di sofa itu terduduk
Kau menggerakkan lima jari
Tanda segera pergi
Lalu, menuju pintu
Kau bahkan
belum memberitahu namamu

0 comments:
Post a Comment