Sunday, September 18, 2011

Saat 50 Tahun Nanti...


Vodz minus si kurcaci Broto :D (Tulisan drama by Kresna)
Saat 50 Tahun Nanti

Saat masih bekerja di Surabaya, saya punya sekelompok sahabat. Kami hampir selalu menghabiskan weekend bersama. Ah, tidak cuma weekend, bahkan kadang makan siang, dinner, supper, atau sarapan pagi, atau kadang seharian, atau… banyak lah.

Dan bukan cuma senang-senang. Kadang kami juga sering saling menggosipkan di belakang, dengan awalan “Tapi kamu jangan bilang-bilang yang lain ya…” :p Kadang saling berantem diam-diam, kadang ada yang menuduh ini begini dan begitu. Tapi, at the end of the day, kami selalu baikan lagi. Tertawa-tertawa lagi, menertawai tingkah laku kami yang drama setengah mati.

Lalu, suatu hari, dengan kecanggihan Blackberry Messenger, yang pasti juga dimanfaatkan hampir semua penggunanya, kami membuat Group. Namanya, Vodkerz. Silakan mengucap “He? Vodkerz?” tapi jangan tanya “Kenapa?” karena bukan itu yang sedang saya ingin bahas di sini.

Yang saya ingin bahas di sini adalah bahwa kami sekarang sudah agak sulit berkumpul lengkap lagi. Lima orang memang masih di Surabaya (satu akan segera pindah ke Jakarta), dua ekor lagi memilih menikah satu sama lain dan tinggal di Bali, dua orang lagi di Jakarta (dan jarang ketemu), satu ekor dipinang orang dan diboyong ke Sydney, satu lagi mencari jati diri ke Seattle :p.

New Year 2010

Betapa waktu begitu cepat berputar dan kami tiba-tiba sudah bukan anak kuliahan lagi, bahwa sudah ada yang mulai memikirkan ”Suamiku enaknya dimasakin apa yah besok pagi?” atau "Gila. Cukur rambut aja harus bayar USD 40."

Tapi, kami masih saling ngobrol lewat group (dan bahkan masih ngambek-ngambekan. Hahahaha). Lalu, kemarin saya tanya ke sahabat-sahabat saya itu, tentang satu topik:
Kalau (insya Allah) usia udah 50 tahun, kamu pengen hidup seperti apa?

Jawaban mereka sebenarnya biasa-biasa :p, begini obrolan kami (dengan bahasa yang saya olah supaya lebih mudah dimengerti) …

Nysa: Aku pengen udah pernah jalan ke Eropa, punya usaha sendiri yang bantuin suami, punya lima (LIMA!) anak yang sayang dan ngelindungin aku.

Kemal: Aku mau jadi dokter andal, pintar, cekatan, ikhlas, terkenal, dan lebih iklas menolong sesama (yang terakhir paling PENTING!)… Punya rumah sendiri dan bisa gantian menghidupi bapak, ibu, dan Anisha (saudara Kemal), dan belikan mereka rumah (lagi?)

Broto: I have nothing in mind. Bingung mikir tadi. I guess jadi konsultan aviasi.

Vitha: Aku pengen bisa jalan-jalan ke luar negeri tanpa mikir. Ada konser di UK, cus… (gila, 50 tahun dan masih mikir konser, nenek-nenek Grunge!) Ke airport bawa koper, milih random destination, beli tiket, berangkat. Dan seputaran Indonesia juga nggak apa.

Lingga (sekaligus menanggapi istrinya, Nysa): Keliling Endonesia, keliling dunia, mengumpulkan foto-foto di tiap kota, negara. Hunting foto sambil bersepeda (-_-“) Ke Eropa juga, you (Nysa) and me. Sambil ngelihat paus yang berenang di pool kita (Paus adalah Doni, salah satu teman kami yang gedenya kayak bayi Paus lahir prematur)

Iphie: Jadi orang bahagia. Ngerjain apa aja, gonta-ganti dan nggak pernah permanen sesuka hati. Nggak perlu bingung karena udah tinggal menadah duit yang dihasilkan semasa muda. Keliling dunia kemana aja. Punya anak tiga, suami masih sama (Ouw). Bisa ngurusi keluarga Jagalan (Jagalan – tempat tinggal keluarga Iphie di Surabaya)

Irene: Traveling. Punya perusahaan gede, rumah gede yang isinya lengkap sampai nggak perlu keluar rumah lagi. Membahagiakan keluarga dan membantu orang lain.

Dari semua itu, ada satu mimpi rame-rame yang saya sortir dan memang sengaja dimasukkan  di bagian akhir:
Bahwa kita mau waktu usia 50an nanti, kita ketemu lagi, ngumpul di satu tempat. Lalu, sambil mengenang mimpi kami ini… :)


Iftar at Tante Yun's


***

Nanti, kalau sampai usia 50 tahun, saya yakin, tulisan ini akan seru untuk dibaca lagi. Bahwa siapa tahu mimpi-mimpi kami masih jauh belum tergapai, atau malah sudah kesampaian saat usia baru 30an, atau arah rel kereta hidup mengantar kami ke jalan yang sama sekali berbeda. Tidak apa. Mimpi tidak pernah salah.

Saya juga sempat menanyakan pertanyaan tentang 50 tahun ini lewat twitter, salah seorang klien saya, Mbak Deffy Hardjono, menjawab begini:
Have 10houses to rent out & doing full time charity works. Amin!

Bermain-main dengan mimpi seru juga yah..

Yuk!


No comments: