Hard work beats talent when talent doesn’t
work hard
Quote
tersebut dengan mudah bisa di-google. Nggak jelas siapa pemiliknya. Tapi makna
quote ini banyak dipercaya orang sampai sekarang. Kalau kerja keras, apa yang
kita mau bisa dicapai. Kalau kerja keras…
Saya pun
beberapa tahun terakhir tumbuh dalam lingkungan yang menjadikan kerja keras
seperti dewa. Harus dipuja, harus dipercaya. Tidak kerja keras berarti
menyeleweng dari kitab suci.
Setiap orang
(mungkin) punya batas. Namun dengan kerja keras, kita bisa meng-extend batas
itu lebih jauh lagi. Push. Push. Push. Hari ini cuma bisa merangkak, besok bisa
jalan. Hari ini bisa jalan, besok bisa lari. Hari ini bisa lari, besok bisa…
(apa yang lebih dari lari? Itu lah pokoknya.)
Tapi, konsep
kerja keras ini suatu hari memukul saya di satu titik.
Seorang
teman bilang ke saya. ”Menurut gue, orang yang merasa sukses adalah karena
kerja keras, berarti sombong.”
Saya diam
mendengarnya. Teman saya itu selalu jagoan memulai topik dengan kalimat
mematikan. Saya curiga dia konsultan
komunikasi politik. Lalu, dengan mimik yang sudah pasti aneh, teman saya
paham bahwa saya menunggu lanjutan pancingannya.
”Menurut
gue, orang sukses itu karena keberuntungan. Bukan karena kerja keras. Kalau lo
bilang sukses karena kerja keras, berarti lo lupa bahwa ada orang lain di
sekitar lo yang secara nggak sengaja lo temui, dan bawa lo jadi sukses. Berarti
lo lupa bahwa banyak momen-momen di hidup lo yang nggak sengaja terjadi, tapi
ternyata ngebawa lo di titik sukses.
Menurut lo
sukses karena apa? Keberuntungan!”
Saya makin curiga dia konsultan komunikasi
politik.
Bagaimana
menurut Anda?
*) Kutipan
teman saya itu tidak dituliskan dengan persis kata per katanya. Namun demikianlah
pemaknaannya.

2 comments:
You should read Malcolm Gladwell's Outliers to know what success is all about. Seriously, the book will open your eyes!!!
Cheers,
Gadis
I have that book in my peagon hole actually, but haven't read it yet.
:p
Post a Comment