Friday, August 12, 2011

Selalu Ada Alasan


Kalau dulu pernah membaca posting-an blog saya tentang Cara Senang-Senang, mungkin masih ingat betapa unik (kalau pengen melembutkan kata aneh)-nya seorang teman saya yang bernama Mahesa alias Xapi.

Untuk mengingatkan kembali, tanpa bermaksud mengulang, Xapi ketika itu bercerita kepada saya, bahwa dia sedang bahagia. Di tengah jadwal kerja, yang frekuensinya sudah mendekati frekuensi bernapas, Xapi berhasil makan di warung di pinggir sungai dekat sebuah kampus di Surabaya.

Dia happy, hanya dengan makan nasi cumi di warung pinggir jalan, yang entah menyuci piringnya pakai sabun atau cuma disiram air, yang entah cuminya masih segar atau tidak, yang entah si ibu yang jualan cuci tangan atau tidak ketika berjualan.

Lalu, hari ini, ingatan tentang cerita si Xapi terputar kembali di benak saya. Dia bisa begitu girangnya bercerita ke saya (Xapi sungguhan girang!) karena bisa makan nasi cumi di warung pinggir sungai, sementara orang yang lain bisa bercerita ke saya dengan nada berbeda 180 derajat, ketika dia punya kesempatan makan di warung serupa. Bahwa merasa makan di warung seperti itu adalah pengalaman apes dan masuk daftar ”Nggak Akan Pernah Gue Ulang Lagi.”

..

...


Mengapa saya cerita ini?

Seorang teman saya baru saja mengalami sebuah peristiwa. Peristiwa sangat sangat berat, yang bahkan kalau cerita itu mampir lewat mimpi, kita pengen cepat-cepat bangun. Yang… kalau kita ngobrol tentang hal itu, semua pasti akan bilang, “Gue nggak bisa bayangin…”

Bos dan (kalau boleh saya sebut) mentor saya dulu pernah bilang: Setiap orang pasti memiliki masa jatuh. Masa jatuh ini akan mengubah hidup orang. Menjadi semakin hancur atau semakin baik. (Menjadi bangkit dan lebih bahagia, atau terus terpuruk dan merana)

Kepada teman yang saya sayangi itu :)... saya ingin bilang:

Kita pasti akan selalu punya alasan untuk bahagia. Dan, alasan itu tak perlu dibuat sulit. Bisa sesederhana ketika ayah memberikan kecupan di dahi, bisa sesederhana telentang di atas loteng rumah sambil melihat bintang, bisa sesederhana makan di warung pinggir sungai. Semudah itu. Sesederhana itu.


Ayo senang-senang!

:)


@azizhasibuan


Gambar adalah lukisan Natasha Villone

2 comments:

Todi said...

There's no reason required to be happy, supposedly.
Just tell yourself, I choose to be happy, no matter what.

aziz said...

Dan tentang cara pandang, nggak ada yang sangat salah atau sebaliknya :)