Friday, July 01, 2011

Obrolan Pantry: Bukan Layang-Layang


Obrolan Pantry: Bukan Layang-Layang


Hari ini, pilihannya jatuh kepada rok lipit-lipit di atas lutut berwarna jingga yang dipadukan dengan blus putih tulang berbahan ringan.


Perempuan itu menikmati ritual paginya di dalam pantry kantor. Bergumul dengan empat helai roti tawar yang baru dipanggang. Empat botol selai berbeda rasa berjejer di meja pantry. Strawberry, Srikaya, Kacang, dan Nanas. Dua helai roti yang sudah diisi strawberry dan kacang sudah merebahkan diri di piring dengan posisi dilipat.


Teman si perempuan itu datang ketika dia mengoleskan roti ketiga dengan selai srikaya.


"Nggak bener nih. Masak aku denger kabar tentang kamu justru dari orang lain."

"Jangankan kamu. Ibu bapakku juga nggak tahu 24 jam aktivitasku ngapain aja."

"Yah, tapi kalau tentang laki-laki itu. Harusnya kamu share dong."


Perempuan itu beralih ke roti terakhir. Tangannya mulai mengoleskan selai nanas.


"Aku udah pernah bilang ke kamu. Kalau belum jelas, jangan kasih semuanya."

"Siapa juga yang ngasih semuanya."

"Perhatianmu berlebihan."

"Aku bukan jagoan tarik ulur. Aku cuma jujur."


Keduanya diam sampai selai nanas selesai dioleskan. Mereka kemudian berpindah ke meja makan kecil di ujung pantry. Si teman mengambil roti, tanpa dia tahu apa isinya (Sstt.. Isinya kacang!). Si teman memegangnya, namun urung memakan karena ingin memulai pembicaraan lagi.


Sementara si perempuan itu mulai mengunyah roti berisi strawberry.


"Aku nggak paham sama konsep berkorbanmu untuk orang yang belum jelas."

"Kamu salah. Salah kalau ada orang merasa harus berkorban karena cinta. Cinta itu nggak butuh berkorban, tapi butuh rasa tulus. Beri yang kamu mau beri. Jangan memikirkan dia akan memberikan hal yang sama…

Kalau suatu saat kamu merasa sedang berkorban, itu berarti sudah waktunya kamu berhenti jatuh cinta."


"Lalu, selama ini?"

"Aku udah bilang kan. Aku cuma jujur. Yah, aku begini ini. Kalau bilang ya artinya ya. Kalau nggak artinya nggak. Kalau bilang A artinya A. Kalau bilang B artinya B."

"Pantes kamu nggak punya punya pasangan. Laki-laki itu harus ditarik ulur."

"Nggak apa. Daripada punya pasangan dengan cara harus nggak jujur, main tarik ulur."


Si teman mulai gemas. Lalu menggigit roti tawarmya...


...

....

.....


"Njing." Si teman membuang rotinya.

"Kenapa lagi?"

"Ini isinya apa?"

"Kacang"

"Sialan. Aku alergi kacang."


*




@azizhasibuan

No comments: