Sunday, June 12, 2011

Obrolan Pantry: Perumpamaan


Perumpamaan

Lelaki itu memasukkan gula ke dalam cangkir berisi air panas. Dengan sendok teh, dia membantu gula meleleh, mengawini air. Diaduknya air dan gula searah jarum jam. Satu, dua, tiga… tujuh putaran. Lalu, dia membuka bungkus teh celup. Sore ini, yang dia pilih adalah English Breakfast Tea.

”Ini afternoon, Mas. Sore. Minumnya kok English Breakfast.”

”Kalau semua orang ngikutin aturan, dunia ini nggak punya sejarah seru.”

”Hahaha. Terserah!” …. “Jadi, apa menu obrolan pantry kita sore ini?”

”Aku punya pertanyaan buat kamu.”

”Apa itu?”

”Wajahmu nggak perlu terlalu antusias begitu. Pertanyaannya biasa.”

“Hehhh… Kalau biasa, berarti pertanyaannya bukan dari kamu.”

Hahahaha.

”Begini. Ada dua kapal di dermaga. Satunya besar. Satunya kecil. Yang besar, dia siap mengantarkan kamu kemana saja. Kamu tahu betul track record kaptennya. Nomor satu. Awak kapalnya ramah. Kamu sudah pasti diterima dengan baik. Bahkan, walaupun tidak pernah ada di promosinya, kamu sadar bahwa di kapal itu, kamu akan menikmati perjalanan…”

”Yang kecil?”

”Nah kapal yang kecil, petugasnya belum jelas. Kamu belum tahu apa dia bisa mengemudi dengan baik atau nggak. Awak kapalnya juga belum tentu ramah-ramah. Tujuan kapal itu kemana, belum jelas.”

”….”

”Kamu pilih naik yang mana?”

”Ya yang besar, Mas. Semua sudah jelas. Perjalanan menyenangkan. Awak ramah. Kapten jagoan. Kurang apa?”

”Kurang tantangan.”

”Gila. Sekarang aku tanya balik. Kalau mas ada pilihan naik Titanic sama naik sekoci, mending naik mana? Titanic kan?”

”Ya naik sekoci lah. Wong Titanic akhirnya nabrak gunung es. Orang bisa selamat karena naik sekoci.”

”Hahaha. Benar juga, ya…”

”Kamu tahu kenapa aku nanyain ini ke kamu?”

”Kenapa?”

”Soalnya, aku sekarang sebenarnya juga masih bingung. Lebih baik kapal yang mana ya?”

”Halah mas… Ha ha ha. Drama kamu ini. Kayak ABG jatuh cinta!”

”Hushhh.. Ayo kerja lagi. Jangan lama-lama di pantry. Nanti Bu Bos marah.”


@azizhasibuan

Photo was taken from my iPhone via instagram

2 comments:

tikapaksi said...

But you have to remember, kapal kecil punya keterbatasan jarak dalam berlayar. Kalo km cm mau berlayar dekat2 aja its fine, tapi kl jauh? The big ship might accommodate you better :)

Anonymous said...

Making a choice is not an easy thing to do, when we have to put something into less important compare to the other. However, in the most of time we just have to decide, take the risk and move on !
The pain that we are facing after making the choice will hopefully be disappeared with the time although it will leave a significant mark in your life.