Thursday, June 30, 2011

Bila Kau Mau


Bila Kau Mau


Aku ingin menari di bawah pohon maple

Ketika musim gugur datang

Dan dedaunan yang memerah mulai berjatuhan


Aku ingin menari di bawah pohon maple

Ketika kau menyalakan radio Jazzy

Lalu aku bergoyang ke kanan dan ke kiri

masing-masing satu kali


Aku ingin menari di situ

Sambil melirikmu yang memandangiku malu-malu

Lalu aku bergoyang ke depan, belakang

Dan memutar badan


Aku ingin melambaikan tangan

Kepadamu pipi yang bersemu

Mengajakmu bergabung kemari

Di bawah pohon maple, menari

Bergoyang sederhana ke kanan dan kiri


Sesederhana itu…

Bila kau mau,

Ayo kenakan pakaian hangatmu




@azizhasibuan

Tuesday, June 28, 2011

People

Cenayang

Abang Tukang Becak

Lost on Earth

Under the Umbrella

Penjaga Klenteng


Photos by @azizhasibuan

Sunday, June 12, 2011

Obrolan Pantry: Perumpamaan


Perumpamaan

Lelaki itu memasukkan gula ke dalam cangkir berisi air panas. Dengan sendok teh, dia membantu gula meleleh, mengawini air. Diaduknya air dan gula searah jarum jam. Satu, dua, tiga… tujuh putaran. Lalu, dia membuka bungkus teh celup. Sore ini, yang dia pilih adalah English Breakfast Tea.

”Ini afternoon, Mas. Sore. Minumnya kok English Breakfast.”

”Kalau semua orang ngikutin aturan, dunia ini nggak punya sejarah seru.”

”Hahaha. Terserah!” …. “Jadi, apa menu obrolan pantry kita sore ini?”

”Aku punya pertanyaan buat kamu.”

”Apa itu?”

”Wajahmu nggak perlu terlalu antusias begitu. Pertanyaannya biasa.”

“Hehhh… Kalau biasa, berarti pertanyaannya bukan dari kamu.”

Hahahaha.

”Begini. Ada dua kapal di dermaga. Satunya besar. Satunya kecil. Yang besar, dia siap mengantarkan kamu kemana saja. Kamu tahu betul track record kaptennya. Nomor satu. Awak kapalnya ramah. Kamu sudah pasti diterima dengan baik. Bahkan, walaupun tidak pernah ada di promosinya, kamu sadar bahwa di kapal itu, kamu akan menikmati perjalanan…”

”Yang kecil?”

”Nah kapal yang kecil, petugasnya belum jelas. Kamu belum tahu apa dia bisa mengemudi dengan baik atau nggak. Awak kapalnya juga belum tentu ramah-ramah. Tujuan kapal itu kemana, belum jelas.”

”….”

”Kamu pilih naik yang mana?”

”Ya yang besar, Mas. Semua sudah jelas. Perjalanan menyenangkan. Awak ramah. Kapten jagoan. Kurang apa?”

”Kurang tantangan.”

”Gila. Sekarang aku tanya balik. Kalau mas ada pilihan naik Titanic sama naik sekoci, mending naik mana? Titanic kan?”

”Ya naik sekoci lah. Wong Titanic akhirnya nabrak gunung es. Orang bisa selamat karena naik sekoci.”

”Hahaha. Benar juga, ya…”

”Kamu tahu kenapa aku nanyain ini ke kamu?”

”Kenapa?”

”Soalnya, aku sekarang sebenarnya juga masih bingung. Lebih baik kapal yang mana ya?”

”Halah mas… Ha ha ha. Drama kamu ini. Kayak ABG jatuh cinta!”

”Hushhh.. Ayo kerja lagi. Jangan lama-lama di pantry. Nanti Bu Bos marah.”


@azizhasibuan

Photo was taken from my iPhone via instagram