Tuesday, May 24, 2011

Adakah Keputusan yang Salah?


Steve Jobs adalah salah seorang yang banyak saya perhatikan ucapannya, cerita hidupnya, speech-nya. Dalam sebuah commencement untuk lulusan Stanford University pada 2005, pendiri Apple dan Pixar ini menceritakan tentang perjalanannya hingga sekarang banyak dikenal orang.

Salah satu poin yang selalu saya ingat dari commencement itu adalah poin Connecting the Dots.

Menurut dia, kita nggak akan pernah bisa menyambungkan titik-titik dalam hidup dengan melihat ke depan, tapi harus dengan melihat ke belakang ketika sudah ada di depan.
Hal yang buruk atau baik hari ini selalu akan punya dampak baik di depan nanti.

Steve Jobs nggak pernah lulus kuliah. Tapi, dia hanya mengambil kelas yang dia rasa perlu diambil. Salah satunya kelas Kaligrafi. Dari situlah dia belajar bagaimana membuat huruf-huruf yang indah, seperti yang ada di Macintosh, dan seperti yang kemudian dipakai oleh Windows.

Kalau dia nggak pernah mengambil kelas Kaligrafi, mungkin huruf-huruf aneh di Mac nggak akan pernah ada. Windows pun mungkin nggak akan beride untuk membuat huruf-huruf unik.

*

Saya baru saja mengundurkan diri dari pekerjaan yang sudah saya lakoni selama tujuh tahun. Sebuah keputusan yang sangat sangat sangat berat. Meninggalkan kantor saya, sama beratnya seperti ketika harus meninggalkan rumah dan berpisah dengan orang tua beberapa bulan lalu (karena keduanya pindah ke Riau).

Beberapa hari terakhir sebelum haris resign saya datang, setiap pagi-pagi sekali, saya selalu terbangun kemudian memikirkan ini dan itu, lalu huff.. iya, menangis. Untuk Anda yang kenal saya, menangis adalah momen langka.

Meninggalkan kantor ini bukan hanya berarti harus meninggalkan berbagai kesempatan gila yang ada di depan mata, tapi juga meninggalkan teman-teman kerja yang sudah seperti saudara.

Ketika saya mengabari beberapa teman di luar kantor, berikut ini beberapa pertanyaan yang saya dapat (plus jawaban saya):

- Pindah kemana?
Jakarta

- Maksudnya, kantor baru kamu dimana?
Belum ada.

- Serius? (Beberapa menggunakan kata Gila?!)
Iya. Serius dan mungkin gila. Tapi, sekali-sekali gila mungkin seru juga.

- Lalu, mau apa?
Rehat sebentar, lalu ngoyo cari kerja lagi.

- Serius?
Yah, nanya lagi! :p

- Ada masalah di kantor?
Nggak sama sekali. Saya nggak pernah berharap resign karena ada masalah. Justru resign itu harus ketika nggak ada masalah.

- Sudah dipikirkan matang-matang? Hati-hati salah mengambil keputusan.
Sudah

*

Pertanyaan (dan warning) terakhir di atas kemudian mengingatkan saya untuk membaca kembali teks commencement dari Steve Jobs.

Setelah itu, saya bertanya, adakah keputusan yang salah?

Saya nggak akan pernah tahu seperti apa masa depan. Dan saya yakin, nggak ada keputusan yang salah. Keputusan mungkin bisa terlihat salah bila kita memandangnya hari ini. Tapi, bisa justru terlihat sangat baik nanti-nanti.

Kalau suatu saat keputusan itu membuat hidup jadi lebih sulit, maka kejar terus supaya yang dimimpikan tercapai. Siapa tahu, mimpi itu datang lima tahun lagi. Kalau lima tahun belum datang, kejar terus, siapa tahu sepuluh tahun lagi. Kalau belum datang juga, jangan berhenti mengejar. Sampai sudah nggak bisa mimpi.

Nanti kalau sudah sampai di titik yang kita mimpikan, baru toleh ke belakang. Lihat betapa bahwa keputusan-keputusan yang pernah kita buat membuat kita bisa berdiri di titik ini. Bahkan, keputusan yang dinilai orang lain sebagai sebuah kegilaan.

Connecting the dots.

*

Steve Jobs juga pernah dipecat dari Apple, perusahaan yang dia bangun susah payah di garasi rumah. Dia sempat juga merasa depresi. Lima tahun setelah dipecat, dia membangun NeXT dan Pixar. Beberapa saat setelah itu, Apple membeli NeXT, dan Steve Jobs kembali ke Apple.

Tanpa dia pernah dipecat, mungkin sekarang nggak akan pernah ada ide melahirkan Pixar. Dan kita nggak akan pernah menonton Toy Story, The Cars, atau Up.

Lalu, masihkah kita berpikir ada keputusan yang salah?

@azizhasibuan


Baca teks commencement Steve Jobs di sini

4 comments:

Ratna Wahyu said...

semoga ini menjadi keputusan terbaik untukmu ya ziz.. good luck

Aryanti Atmodjo Hasibuan said...

seperti keputusan kami 6th yg lalu, dgn tekad yg kuat, dgn doa, alhamdulilah bsa kami lalui. Walaupun dgn gaji yg pas2an. Insya Allah kamu pun bsa menjalani smua itu. Doa kami smg apa yg kamu impikan bsa terwujud. Aamiin

tukangjalan said...

Pas aku baca tulisan ini, awal-awalnya kirain dirimu dipinang perusahaan mana gituu mas...TAPI KAMU MEMANG GILA MAS!!

aku inget kamu suka kejuta, tapi ini kejutannya agak gimanaaa gitu -__-"

selamat mewarnai hari mas, dengan cat yang baru ^__^

Worl in Your Hands said...

inspiratif sekali mz aziz..