Monday, July 05, 2010

Namanya Albert...

Denver Nuggets Dancers

Saya pertama kali bertemu dengan Albert dalam sebuah media interview dengan Denver Nuggets Dancers, pengisi acara even kantor. Saya bertugas mengalirkan media interview. Lokasi interview itu terbuka. Sehingga siapapun bisa berdiri di sekitar media. Albert berdiri persis di belakang wartawan-wartawan, memegang Blackberry-nya yang dalam video mode.

Saat konferensi pers itu, hanya ada dua orang wartawan yang terus bertanya, sementara yang lain hanya memegang kamera dan alat recorder lain. Lalu, ketika saya menawarkan yang lain untuk bertanya, Albert kemudian spontan mengucapkan. ”Do you like hip-hop?”, ”Do you like R n B?”, ”Do you like Jay Z.” Yang semuanya dijawab dengan ”Yeaaa…” oleh para dancers.

Saya menyadari, Albert bukan wartawan. Jadi, saya sudahi media interview tersebut, dan mempersilakan para dancers silam.

Itu terjadi sebulan yang lalu. Kemudian, dalam satu bulan, Albert hampir selalu datang ke even kami. Menyaksikan apapun yang bisa dia saksikan, mengajak siapa saja ngobrol dengan bahasa Inggris-nya yang lancar. Bahasa Inggris anak 15 tahun itu malah jauh lebih baik daripada fotografer di kantor kami yang pernah menulis kata “memasak” dengan ”cocking” alih-alih menulisnya sebagai “cooking.” Dan, itu dilakukan di twitter. He he he.

Kemarin, saya bertanya, bagaimana dia bisa berbahasa Inggris dengan begitu lancar. Apa dia les khusus. Albert menggeleng. ”I am not formally learn English from school. When I was 5, my mom put a TV Cable in my room. Like Indovision. Everyday, I watch movies, MTV, anything. From there, I learn English,” jawabnya dengan gaya bicaranya yang agak terbata-bata plus mimik wajah datar.

*

Kemarin sore, sambil menunggu petugas vallet, Albert mengobrol dengan saya. Dia bilang, dia ingin jadi dokter dan ingin jadi cool. Albert mendifinisikan cool sebagai, ”Pakai sepatu yang ada warna merah-merahnya, celana jins, kaus kedodoran, kalung emas dengan logo Yankees, dan salah satu gigi yang diganti gigi emas.”

Saya tanya lagi, kenapa dia menganggap itu cool?

Lalu, Albert memutarkan video yang dia rekam ketika menanyai Denver Nuggets Dancers.

”Do you like hip-hop?”

”Yeaa….”

”Do you like R n B?”

”Yeaa….”

”Do you like Jay Z”

”Yeaa….”

Setelah video itu usai, Albert mengambil kembali Blackberry-nya dan berbisik kepada saya, ”See! Dancer-dancer itu suka hip-hop, R n B, dan Jay-Z! Kalau aku jadi cool seperti itu, mereka pasti naksir.”

Smart boy!

Namanya Albert…. Saya lupa menanyakan apa nama belakangnya. Saya khawatir, nama belakangnya Einstein.

*

Tulisan ini mungkin biasa-biasa saja. Tapi saya sangat ingin mem-post-nya karena Albert seolah mengingatkan saya untuk tidak sembarang menilai sebuah kado dari pembungkusnya.

2 comments:

Zepe Heru Saputra.,S.S said...

Saya ada cara belajar bahasa Inggris lewat lagu... Cepat dan Menyenangkan...

Semua koleksi lagu dan cara2nya ada di:
http://www.lagu2anak.blogspot.com

contohnya ada di:
http://www.facebook.com/home.php?#!/video/video.php?v=130086027031702

Selamat Belajar sambil Bernyanyi.... :)

Putri Utami said...

inspiring me...
both 'Albert's story' and also ur writing style, Mas Aziz... :))