Friday, May 28, 2010

Harga yang Tidak Bisa Dibayar…

Hari ini, saya baru tiba kembali di Surabaya. Setelah sejak hari Minggu lalu ke Jakarta dan lanjut ke Medan untuk bussines trip. Di Jakarta, saya sempat bertemu dengan seorang teman. Makan dim sum di Pecenongan sambil ngobrol banyak sekali.

Teman saya itu pernah kerja di sebuah tempat yang membolehkan karyawannya datang ke kantor dengan celana jins dan sepatu keds. Sebuah tempat kerja yang isinya teman-teman seumuran, sehingga bisa ketawa-ketawa kanan kiri semau-maunya.

Once, teman saya itu merasa ingin kembali ke hakikatnya sebagai pekerja rapi. Datang ke kantor dengan seragam.

Lalu, dia memutuskan, ”Oke saya resign.”

Waktu resign, dia membuat sebuah farewell. Biasalah, biar kelihatan dramatis. Hehehe. Di situ, dia sempat speech sebentar. ”Kalau ada hal yang bakal saya kangenin dari kantor ini adalah saat berangkat ke kantor tapi nggak kayak ngantor.”

Dua minggu setelah teman saya mulai kerja di kantor barunya, dia mengajukan surat resign. Satu minggu kemudian, dia resmi keluar. Satu minggu berikutnya lagi, dia kembali ke kantor yang lama. Dianggap kantor lama sebagai Leave without Payment.

Ada harga yang tidak bisa dibayar dari sebuah kenyamanan...


Fotografer senior Jawa Pos Yuyung Abdi sedang mengarahkan gaya pemain Muba Hangtuah Max Yanto untuk proses pembuatan iklan cetak NBL Indonesia


Ketika di Jakarta lalu, ada dua acara yang sedang diadakan kantor saya. Salah satunya adalah launching liga basket profesional, National Basketball League (NBL) Indonesia. Di kantor, persiapan launching ini seperti persiapan hajatan orang mau nikah. Semua repot seperti hendak menyatukan dua keluarga.

Salah satu tugas kecil saya di launching itu adalah memikirkan kata-kata. Iya. Memikirkan kata-kata. Awalnya, saya diminta membuat kata-kata untuk ditaruh di invitation. Lalu, selain membuat kata-kata yang intinya mengundang tamu untuk datang, di bagian luar undangan saya iseng-iseng mengidekan untuk ditambahi kata-kata ini:

”New Season, New Hope, for Indonesia”

For Indonesia adalah tagline NBL Indonesia yang dibuat bos saya.

Lalu, dari undangan itu, kata-kata tadi akhirnya kami jadikan tema untuk launching. Marteri promosi backdrop dan lainnya menggunakan kata-kata itu. Materi video yang diputar saat launching, menunjukkan New Season, New Hope, for Indonesia. Tim video production kami kemudian mengemas sebuah paket tontonan yang luar biasa. Saya sedikit membantu membuat beberapa kata-kata untuk script di video, juga menemani ketika proses produksinya. Lalu, voila, jadilah video yang bisa Anda lihat di sini.

Ketika video itu kami putar di acara launching, banyak yang senang. Semoga semua senang. WNBA Legend Sue Wicks, dalam speech-nya di depan semua undangan, mengaku merinding melihat video tadi. NBA Legend Sam Perkins menyebut kualitas video itu sudah mirip dengan yang biasa ada di NBA.

Ketika acara selesai dan hendak pulang, banyak yang membicarakan tentang harapan-harapan barunya tentang basket di Indonesia. New hope.

Saya memang hanya bagian kecil dari jalannya acara kemarin, tapi… ada nilai yang tidak bisa dihitung ketika hasil kerja kita dihargai dengan cara menyenangkan.


Ditulis untuk orang-orang yang menganggap bekerja adalah dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore dan tanggal merah berarti libur. Serta orang-orang yang menanyai saya, ”Sampai kapan kamu mau kerja begitu?” seolah saya sedang melacur atau seolah saya digaji di bawah UMR. :p

Kalian nggak sepenuhnya salah, tapi kadang ada harga yang tidak bisa dibayar…

2 comments:

kartika eka said...

Well, couldn't agree more.

I have to fly seven seas to reckon the obscure meaning of work. You must be lucky!

Kurniawan Jatmika said...

saya juga menemukan sesuatu yang tidak bisa tergantikan di sini.

keberhasilan mereka adalah keberhasilan saya... :D