Wednesday, May 05, 2010

Apa Kita Punya Limit? (Percikan)


Saya adalah orang yang jatuh cinta mati-matian pada surprise. Saya sangat senang mendapat kejutan menyenangkan. Juga senang sekali memberi surprise ke diri sendiri. Tahu-tahu saya merayakan ulang tahun (tahun lalu sih) di Bali, tahu-tahu saya pesan tiket untuk pergi ke sebuah kota keesokan hari. Yang sederhana-sederhana seperti itu, tapi spontan saja.

Saya punya saudara yang tinggal di Jakarta. Dia pernah request, kalau sewaktu-waktu saya punya ide nyeleneh untuk pergi ke tempat antah berantah, saya diminta untuk menghubungi dia.

Tadi siang, saya punya ide ini: Menghabiskan weekend di Meru Betiri. Tapi, kayaknya sulit terwujud karena berbagai macam alasan yang nggak perlu saya sebutkan di sini.

Waktu saya ajak kesana lewat jendela Yahoo Messenger!, saudara saya cuma menjawab begini. ”Aku meeting dulu.”

Lalu tadi, sekitar jam 21.30, dia menyapa saya kembali. Dia bilang, sedang tidak mungkin meninggalkan Jakarta sampai Agustus nanti. Saudara saya itu sedang harus menyiapkan sebuah peluncuran properti baru dari grup kantornya. Katanya, ”Udah kayak orang gila, sampe sleeping disorder.”

Saudara saya ini adalah seorang Residence Manager dari sebuah grup perusahaan properti. Perusahaan ini akan meluncurkan sebuah apartemen dan hotel baru di Jakarta. Saudara saya itu diminta menjadi Pre-Opening Champion (Begitu istilah di perusahaannya untuk orang yang menyiapkan SEMUA hal sebelum properti diluncurkan. Mulai menyiapkan pekerja, berbagai sistemnya, dan SEMUA yang lain. Istilah jabatannya keren. Dan biasanya kerjaan dengan istilah-istilah keren, punya tanggung jawab yang amit-amit. Ha ha ha.)

Lalu, dia curcol, bilang bahwa belum pernah mendapatkan beban seberat ini sepanjang hidupnya. Seolah dia sedang berada di ujung sebuah garis batas yang tidak akan bisa dilalui.

Saya jawab curhatnya dengan ini: Masak mau lulus S3 dikasih ujian anak SMA?




Gimana yah rasanya jadi Sri Mulyani?




Foto dalam posting-an ini adalah foto penyu-penyu di penangkaran yang ada di Taman Nasional Meru Betiri (sekitaran Jember-Banyuwangi). Salah satu alasan kenapa saya ingin ke sana. :) Foto diunduh setelah googling.

3 comments:

Anonymous said...

kalo segitu aja berat, apa kabarnya Sri Mulyani ya .... betul, betul, betul :p

ronaldsilitonga said...

kamu bisa bayangin juga dong, gimana rasanya jadi seorang idola?? :p

aziz said...

Wuisss.. Keren...

Idola Indonesia ya? Ckckckck. Salut deh!

*mual