Wednesday, April 21, 2010

Melayarkan Kapal

“A ship in harbor is safe, but that is not what ships are built for”

Kata-kata yang mengawali posting-an ini sudah ada sejak 1928. Tercatat dalam sebuah buku berjudul Salt from My Attic yang dicetak hanya 500 eksemplar. Penulisnya adalah John Augustus Shedd, seorang penulis dan profesor Amerika.

Kalau ingin membahas kalimat cantik itu dalam sebuah paragraf, sekiranya begini: Kalau memang mau yang aman-aman aja, taruh kapal-kapal yang kamu bikin itu di dermaga. Diem di sana, anteng, nunggu sampe karatan. Tapi, kalau mau lebih berguna, layarkan ke lautan. Lepas ke samudera. Risikonya kena ombak, tenggelam. Tapi, dia punya PELUANG berguna.

Shedd seperti ingin mengingatkan kepada pembaca Salt from Attic untuk tidak takut mengambil PELUANG.

Saya belajar hal yang sama dari kantor tempat saya bekerja. Selagi ada peluang, hajar dulu. Masalah nanti sukses atau nggak, dipikirkan belakangan.

Pada tahun 2008, bos saya membuat sebuah keputusan: Menyelenggarakan kompetisi basket bernama DBL di 11 kota di Indonesia. Awalnya, kami hanya menyelenggarakan itu di Surabaya.

Dari satu kota (yang sangat kami pahami karakteristiknya) menjadi 11 kota (yang mayoritas belum pernah kami kunjungi). Keputusan itu dibuat sekitar November. Padahal, tim kami harus mulai mengadakan kompetisi pada Januari.

Senior-senior saya yang hebat-hebat itu hanya punya waktu dua bulanan untuk menyusun jadwal satu musim penyelenggaraan, membuat peraturan-peraturan, mencari lokasi acara, menyiapkan tim lokal, menyusun rencana pemberitaan, memikirkan bujet, MEMBUAT SISTEM (saya kapital karena ini sulit sekali), dan berbagai PR lain

Semua dikerjakan dengan jumlah tim yang sangat minim. (Ketika itu hanya ada sekitar 10-an orang, sekarang hampir 50 orang). Senior-senior hebat saya itu (kadang saya bantu sedikit-sedikit) harus kerja siang-malam-siang lagi-malam lagi untuk menyiapkan semuanya. Kami sering bercanda, proyek ini bagai proyek membangun Seribu Candi ala Cerita Candi Prambanan.

Beberapa waktu yang lalu, setelah conference call dengan NBA untuk membicarakan sebuah event, kami bernostalgia membayangkan masa perjuangan itu. Lalu, keluar kalimat ini: Kalau kita sekarang mengingat masa itu, kayaknya aneh juga ya kita bisa melewatinya.

Lalu, apakah selalu mengambil peluang berarti akan selalu berakhir baik?

Belum tentu juga. Siapa yang bisa menjamin. Hanya Tuhan yang tahu dan kita bukan Rasul yang bisa menerima wahyu.

Tapi, saya kemudian melihat satu hal lagi yang harus dilakukan setelah mengambil peluang. Yaitu, TOTAL. Lakukan yang terbaik, berikan usaha maksimal. Maka, nantinya result yang akan kita terima pun pasti yang terbaik.

Peluang tidak hanya masalah pekerjaan, masalah yang lain pun bisa.

Kalau versi Inggrisnya bisa diungkap lewat quote di atas, versi Indonesia yang agak dangdut ada juga.

Ini…

”Percuma saja berlayar, kalau kau takut gelombang. Percuma saja bercinta, kalau kau takut sengsara.” (Jatuh Bangun-Meggy Z.)


Gimana? Mau mencoba berlayar dengan saya atau biarkan saja kapal itu berlabuh di dermaga? *winking*

Saya tunggu jawabannya!

---

Foto ala kadarnya di atas adalah hasil jepretan saya sendiri, diambil dari kapal Pulo Rondo yang tengah bersandar di Dermaga Ulee Lheue Banda Aceh. Kapal yang saya tumpangi untuk mencapai Sabang.

11 comments:

firman said...

Makin produktif nulis ya sekarang....

Terimakasih buat sharing pengalamannya. Setuju sekali, kalo ga ambil resiko, ga bakal tau tar di ujungnya akan dapet apa...

aziz said...

Terima kasih sudah mampir :) Mampir terus yah.

kartika eka said...

Inspiring one! I love your share instead the short story. I can see you put more heart into it.

On top of that, I wonder you are so productive these days, must DBL season hasn't start yet :D

Anyway
Count me in to sail, can I? =)

Cheers,

aziz said...

Tika..

Hahaha.

Nahh!!! DBL jalan terus dan makin banyak. Itu ditulisnya after office hour banget. Jam 11 malem. Writing is a refreshment for me.

Let's sail away! :)

citra ernest said...

a very nice one. me likey :)
agree with Kartika, I prefer your share that the short story one. I think you got a skill to inspire and motivate people. Makes me wanna sail away off the harbor :D

aziz said...

Citra..

Like you like it. :)

Let's leave harbor and take any chance.

vany said...

wah, postingannya bgs dan menginspirasi, mas...
kalo kita ingin sukses kita hrs berani mengambil peluang yg ada dan keluar dari zona aman ya, mas....

btw, does ship represent 'bahtera rumah tangga'?
if yes, i think you're a man with a comitment....hehehe
semoga mendapat jawaban secepatnya ya, mas...
wish you luck.... :)

aziz said...

Hahahaha. Your comment is so funny, Vany!

Bahtera rumah tangga? It seems so far from me for now. Tapi semoga anggapan kamu bahwa saya orang yang berkomitmen bisa menjadi promosi yang baik untuk siapa saja yang membaca posting-an ini.
LOL

Semoga siapapun itu membaca komen kamu yah. :))

moonlight said...

Nahhh, yang ini aku baru suka, karena kamu banget deh :)

aziz said...

mbak emapurnama... bulan bersinar..

hehehehe. Makasih yah mbak. :)

kangen parah nih!

Anonymous said...

*like this.......jempot empat buat kamu. hehehe.

Hendra-Djarum