Saturday, March 01, 2008

Serendipity!

Foto ini diambil dari salah satu scene di film Serendipity (2001). One of my favorite movie.

Saya termasuk orang yang tidak terlalu suka menerbangkan harapan terlalu tinggi. Memilih mengerjakan banyak hal dengan orientasi nothing to lose. Mungkin, bagi sebagian orang, saya dianggap sebagai ”golongan lemah.” Dianggap tidak punya semangat mencapai impian.

Yah… mungkin saja…

Tapi, saya tetap berusaha kok. Tetap juga menerbangkan layang-layang harapan saya. Hanya saja, saya biarkan dia terbang tidak tinggi-tinggi amat. Biar kalau jatuh, tidak sakit-sakit amat.

Begitulah saya menjalani kebanyakan hari-hari. Maka ketika saya gagal, hati saya menangis tak terlalu kencang. Saya pun masih bisa menahan diri, agar tangis di hati itu tak sampai menjalar ke mata. Ha ha ha.

Kalaupun suatu saat layang-layang angan itu putus, ada satu cara manjur mengatasi kesedihan tersebut. Saya akan berusaha keras mencari-cari keuntungan dari layang-layang putus itu. Akhirnya, saya bisa mendapati keuntungan bahwa saya memang sedang butuh beristirahat, agar kulit tak gosong karena sering main layang-layang. Bisa juga berarti saya harus mencari senar yang lebih kuat untuk bermain layang-layang lagi. Bisa juga berarti, saya akan mendapat layang-layang baru, yang siapa tahu lebih kokoh dan cantik ketika diterbangkan.

Iya, mendapatkan sebuah layang-layang baru. Sekarang ini, saya sedang mencoba menerbangkan layang-layang angan yang baru. Tapi, yang ini belum terlalu tinggi. Masih belum setinggi layang-layang sebelumnya. Eh, meski begitu, cukup membuat dada saya serasa diseruduk-seruduk banteng. Ha ha ha. Saya berharap, ini bisa jadi sebuah Serendipity. *senyum manis*


Terima kasih telah menelepon saya berjam-jam, dini hari tadi.

(Menulis sembari diiringi suara mas Buble dalam Quando, Quando. Tssaaahhhh!)




-I will always try to love my day-

4 comments:

awan asmara said...

Layang-layang saya juga sering putus beberapa kali. Rasanya sakit. apalagi layang-layang itu sudah terbang tinggi sekali.

Tapi dari sana saya belajar banyak. Mulai dari cara memilih benang yang tepat hingga cara mengemudikan layang-layang yang benar.

Sekarang saya punya layang-layang baru. Lebih cantik. Lebih kuat. Benangnya juga lebih bagus. Saya harap layang-layang ini tidak pernah putus lagi.

Ziz....aq pernah mengalaminya juga sama kayak kamu. Believe me, suatu saat kamu pasti mendapatkan layang-layang yang terbaik. Amin ^-^

azz hole said...

for awan:

this is not only about romantic relationship.

Aryanti Atmodjo said...

Perasaan semasa kecilmu kamu gak pernah main layang-layang. hehehehe....Semoga segala yg kamu cita2kan tercapai. dan semoga layang2mu tak pernah putus. Amin

Anonymous said...

Nice post....I just feel strange with your nick name. I think you need to change to something that "better" to hear. It just my suggession. Mosok 'barang kono'an' digawe jeneng rek hehehe (abu Faiz Abdan Rafi Rozan) Tetaap berkarya ya.......