Tuesday, October 04, 2005

Amelie yang beranjak dewasa


Judul Film : Amelie

Pemain : Audrey Tautou, Mathieu Kassovitz, Rufus, Yolande Moreau

Sutradara : Jean-Pierre Jeunet

Penulis : Jean-Pierre Jeunet, Guillaume Laurant

Genre : Drama

Format : DVD/ VCD

Durasi : 120 menit

Dari pertama kali film ini dimulai, kamu bakal ngerasa kalau pembuat Amelie kreatif abis. Caranya ngenalin tiap tokoh, so unique! Lucu dan fresh. Sama sekali nggak bikin bosan dan membuat penontonnya pengin tahu, who’s the next figure? Apalagi waktu si sutradara ngenalin tokoh utamanya, Amelie Poulain (Audrey Tautou). Kalau kamu nggak ketawa, it means there’s a problem sama kejiwaan kamu. He-he-he
Di film ini, Amelie diceritakan berlatar belakang dramatis. Ayahnya seorang dokter, ibunya berprofesi jadi guru. Namanya juga manusia, bisa khilaf juga. Ayah Amelie bikin diagnosis yang salah atas anaknya sendiri. Setelah memeriksa degup jantung Amelie, sang ayah menduga ada masalah dengan jantung anaknya.

Sebagai akibat dari salah diagnosa ini, Amelie kecil kudu rela diam di rumah. Boro-boro mau main sama teman, sekolah saja Amelie dilarang. Buat pelajaran, sang ibu jadi pengganti guru Amelie. Dia belajar di rumah.

Ketidakberuntungan nggak berhenti di situ. Pas jalan-jalan bareng, sang ibu mendadak meninggal. Penyebabnya pun super mengenaskan: kejatuhan orang yang bunuh diri. Waktu itu, Amelie kecil dan ibunya baru aja keluar dari sebuah gedung. Dan tiba-tiba saja, dari arah atas ada wanita yang terjun bebas Keduanya (ibu Amelie dan wanita yang ”belajar terbang”) mati mengenaskan.

Sejak kematian ibunya, ayah Amelie makin aneh. Makin pendiam. Waktunya dihabiskan buat ngebikin altar mini buat sang ibu. Amelie yang kurang kasih sayang pun berkembang jadi cewek pendiam. Hebatnya, ini nggak membuat Amelie jadi cewek yang lemah.

Hari berganti hari, tahun berganti tahun, Amelie berubah jadi cewek cantik. Dan, ia memutuskan keluar dari rumah. Alasannya, Amelie udah nggak tahan. (Ya iya lah!). Berbekal kerjaan sebagai pramusaji di sebuah kafe, Amelie menyewa sebuah kamar apartemen.

Awalnya, cerita Amelie nggak jauh beda sama kehidupan hariannya. Selalu sendiri. Sampai suatu ketika dia menemukan ”harta karun” di kamarnya. Milik seseorang yang puluhan tahun lalu pernah tinggal di kamar apartemen yang sama. Di situ, Amelie membuat keputusan kecil yang merubah hidupnya dalam skala gede.

Dalam journey-nya mengembalikan harta karun itu, Amelie yang dingin sama cowok, mulai menemukan cintanya. Seseorang yang nggak kalah misterius, Nino Quincampoix (Matthieu Kassovitz), membuatnya jatuh hati.

Film berbahasa Perancis ini punya keunggulan di karakter tokohnya yang unik. Hm, agak aneh mungkin. Tapi, bukan nggak mungkin karakter ini hidup di sekitar kita. Seorang cowok dungu yang selalu kena damprat majikan, kakek tua yang desperate karena nggak punya teman, induk semang apartemen yang kecewa karena konon suaminya selingkuh dan meninggal, sampai karakter Amelie sendiri yang misterius.

Nonton Amelie ngebikin kita ngerasa harus buru-buru berbuat baik. Tanpa perlu ngebikin si orang yang kita tolong tahu soal kebaikan itu. Sebuah ide simpel, yang diceritain sama Jean-Pierre Jeunet dengan cara ruarrrr biasa… Happy ending yang dikasih sama Amelie pun tergolong unusual. Sounds great? Ya… ini memang film lama yang keren abis. Nggak heran, Amelie berhasil menggondol Oscar di tahun 2002 sebagai the Best Foreign Film. Ditonton yah!