Friday, July 15, 2005

Back with review

hey...hey...hey....
berhubung udah lama banget nggak menodai blog ini.
aku ngersa udah waktunya buat balik lagi...
tapi, karena aku masih blom bisa ngatur waktu dengan baik dan benar. SO, review bukuny Raditya dika ini dulu aja ya yang aku masukin....
Selamat ngebaca! :)
Judul : Kambing Jantan
Pengarang : Raditya Dika
Halaman : 237 Halaman
Penerbit : GagasMedia
Terbit : April 2005

Diary Kocak Yang Dibukukan

Buat kamu yang lagi stres karena abis ngelewatin UNAS atau Ujian Semester, buku ini cocok buat jadi obat mujarab. Soalnya, pembaca Kambing Jantan bakal dibikin tertawa terkekeh di tiap lembar buku ini. This book will cheer you up!
Alkisah, buku ini diawali sama sebuah blog buatan Raditya Dika, si pengarang Kambing Jantan. Blog sendiri adalah sebuah jurnal harian yang ditulis di internet. Isinya bisa macam-macam. Dika memilih untuk mengisi blog-nya sama cerita-cerita pribadi. Little bit like diary.
Tapi, jangan kira diary cowok satu ini tergolong biasa. Karena sifatnya yang abnormal, banyak kejadian lucu yang ngewarnain kehidupan Dika. Nah, setelah blog-nya memenangkan Best Indonesian Blog Award tahun 2003, si pengarang berniat membuat blog yang punya alamat www.kambingjantan.com ini jadi sebuah buku. Gayung bersambut, GagasMedia setuju buat bekerja bareng Dika. Lalu, terbitlah buku ini.
Cara penulisan Kambing Jantan yang unusual bikin buku ini beda banget. Dika nggak peduli sama aturan penulisan yang benar. Contohnya aja kata ”gue” di buku ini ditulis dengan ”gw”. Persis kayak kalau kamu lagi sms-an. Lagian, emang ada ya yang nulis diary pakai Ejaan Yang Disempurnakan? Nah, ketidaksempurnaan bahasa yang dipakai sama Dika justru ngebikin buku ini jadi lebih enak dibaca. Ringan banget, that’s the point.
Kejadian nyata sehari-hari penulis yang diceritain dengan gaya humor yang ngocok perut. Bahkan, waktu Dika bercerita gimana sedihnya pas Sabrina (salah satu sohibnya di Adelaide, Australia) harus pindah ke Melbourne, dia masih sempat ngebumbuin cerita itu sama kekonyolan Sabrina yang ngedengkur pas mereka tidur ramai-ramai.
Pokoknya, kalau kamu ngelihat orang yang lagi baca buku ini ketawa-ketiwi, itu justru wajar. Tapi, kalau ada yang baca buku ini dan nggak menyunggingkan senyum sedikit pun, ajak dia ke psikolog terdekat. Hehehe…